Dendam Kesumat Mantan Sopir Bos Garmen - Penemuan jenazah pria dan wanita di Kali Klawing menggegerkan warga Panumbangan, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin 11 September pagi.
Kedua jenazah yang mengambang di air itu terikat tali dan dibungkus selimut tebal. Warga berduyun-duyun mendatangi lokasi penemuan jenazah. Polisi pun tak lama tiba di lokasi.
Polisi menemukan identitas di saku pakaian jenazah. Kedua jasad ternyata bernama Husni Zarkasih dan Zakariyah Masrur.
Hasil penyelidikan sementara, keduanya yang masing-masing berumur 58 dan 53 tahun itu rupanya sepasang suami istri.
Pasutri ini tinggal di Jalan Pengairan, Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka adalah bos garmen dan pemilik rumah kos.
Polisi pun mendatangi alamat rumah ini, dan menemukan percikan darah. Barang berharga di rumah dua lantai itu juga raib, termasuk mobil Toyota Altis bernomor polisi B 2161 SBE milik pasutri itu.
Untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, polisi juga menyalin CCTV atau kamera pengintai di dekat rumah tersebut.
Setyawan, Ketua RT setempat mengatakan, ada polisi membawa tiga soft copy dari rekaman CCTV milik warga. Kebetulan kamera pengintai itu mengarah ke sepanjang Jalan Pengairan, RT 11 RW 06, Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Ada tiga rekaman yang diambil di dua titik. Jaraknya yang rumah nomor satu di ujung jalan mengarah ke Jalan Pejompongan Raya, yang kedua berjarak tiga rumah dari kediaman korban," ujar Setyawan di lokasi, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 12 September 2017.
Pria 51 tahun itu menyebutkan, dari rekaman kamera pengintai, sedan Altis milik bos garmen itu meninggalkan rumah pada Minggu 10 September sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun sayang, rekaman CCTV tak mampu memperlihatkan jumlah orang di dalam mobil itu. Tapi setidaknya, ini menjadi petunjuk bahwa pelaku kenal dengan korban, karena tahu persis kapan harus meninggalkan rumah bos garmen.
"Kalau keluar jam 10 enggak mungkin, karena gerbang (portal jalan) pasti ditutup di kedua ujung Jalan Pengairan. Kalau (rumah) Pak Husni enggak ada CCTV," ucap Setyawan.
1 dari 4 halaman
Bawa Kabur Mobil Korban
Selain mendatangi rumah bos garmen, polisi juga mengautopsi kedua jenazah. Pasutri ini diduga dianiaya lebih dulu, sebelum pelaku menggasak barang-barang berharga.
Bos garmen tewas diduga akibat luka parah di bagian kepalanya. "Hasil autopsi posisi luka ada di bagian kepala belakang, terkena benda tumpul," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Jakarta, Selasa 12 September 2017.
Namun, polisi belum bisa memastikan di mana korban dibunuh. Yang pasti, bos garmen itu mengalami penganiayaan sejak di rumah. Terlihat dari temuan bercak darah di rumah pasutri itu.
Kedua korban diperkirakan dimasukkan ke dalam mobil sedan Altis milik bos garmen itu.
"Kami sudah periksa CCTV yang ada di sekitar sini. Kami memang melihat mobil korban mengarah ke luar jalan sekitar pukul 20.00 WIB, dan tidak ada mobil lainnya. Jadi kemungkinan yang digunakan untuk membawa korban adalah mobil miliknya," kata Lukman.
Sementara, warga sekitar tak merasa ada kejanggalan pada malam saat kejadian. Bahkan, sehari sebelum peristiwa berdarah itu, bos garmen itu mengaku hendak pulang kampung.
Ilustrasi Pembunuhan (iStock)
"Itu saya masih ketemu Pak Husni. Saya ngobrol di depan rumahnya. Ya, ngobrol saja, enggak ada dugaan apa-apa, enggak ada yang aneh-aneh," ujar Supandi, tetangga korban saat ditemui di Jalan Pengairan, Benhil, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017.
Husni dan istrinya berencana pulang kampung ke Purwokerto, Jawa Tengah, sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Keduanya juga sempat berpamitan kepada asisten rumah tangganya.
"Ibu Zakiyah pas Sabtu sudah pamit sama pembantunya. Katanya dia mau pulang kampung. Kebetulan pembantunya juga mau cuti," ungkap Supandi.
Entah kenapa, saat malam kejadian, asisten rumah tangganya juga batal mendatangi rumah bos garmen itu.
"Pembantunya juga cerita, katanya dia Minggu (10 September) malam mau ke rumah, tapi enggak tahu kenapa katanya kakinya berat. Enggak kuat jalan, jadi enggak ke sana (rumah korban)," cerita Supandi.




No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.