Berita Indonesia Terlengkap & Mantap

Informasi Berita berdasarkan Fakta

AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA
AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA

Breaking

Friday, October 27, 2017

Kejujuran dan Integritas ala Kepala BNPT Suhardi Alius

Kejujuran dan Integritas ala Kepala BNPT Suhardi Alius -  Buku berjudul Integritas Di Tengah Kabut Idealisme - Kepemimpinan dan Pembelajaran Hidup Suhardi Alius diluncurkan. Suhardi Alius dipilih menjadi tokoh dalam buku tersebut setelah penulis mendapat rekomendasi dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif hingga mantan Ketua KPK Abraham Samad.



Penulis buku tersebut, Dedi Mahardi, menceritakan awal mula penulisan buku mengenai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.


Menurut Dedi, sejak awal hingga naskah buku selesai, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius tidak diberitahu penulisan buku itu. Pemilihan tokoh yang akan ditulis, merupakan hasil diskusi dengan pegiat antikorupsi.

"Kenapa saya berani menulis, saya berdiskusi dengan penggiat antikorupsi dari beberapa nama tokoh yang saya rekap, nama Pak Suhardi rangking teratas dari beberapa tokoh yang muncul. Pak Abraham Samad bilang, tokoh ini jangan dulu, yang itu jangan dulu," kata Dedi Pada acara bedah buku di Lemhanas, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Keyakinan untuk menulis buku tentang Suhardi Alius sempat goyah. Sebab, takut muncul fitnah lantaran baik Dedi maupun Suhardi sama-sama dari Padang. Namun, atas rekomendasi Syafii Maarif dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Dedi mantap menulis buku tentang Suhardi Alius.

"Saya telepon Buya (Syafii Maarif), bagus kata Buya lanjutkan. Lalu Buya bilang, bukan hanya saya, tapi Imam Besar Istiqlal juga dukung. Buya bilang tanya Imam, layak kah Suhardi (ditulis)," kata Dedi.

Launching dan Bedah Buku Suhardi Alius (Liputan6.com/ Delvira Hutabarat)
Menurut Dedi, tokoh seperti mantan Kabareskrim itu perlu ditulis. Sebab, Indonesia membutuhkan tokoh teladan, bahwa masih ada orang baik di Indonesia.

"Seperti kata Buya, negeri ini tuna teladan, agar para badut rakus punya pembanding bahwa ternyata negeri ini banyak orang baik. Agar anak bangsa menyadari bahwa bangsa ini harus dibangun dengan kejujuran dan integritas," tandas Dedi.

Suhardi Alius mengaku kaget saat diberitahu buku tentang dirinya sudah hampir jadi tanpa sepengetahuannya.

"Saya kaget, karena buku sudah jadi cuma minta foto. Kalau tidak ada rekomendasi Buya dan Imam, saya tak izinkan," ucap dia.



Menurut Kepala BNPT itu, integritas diperlukan agar bangsa ini dapat membedakan mana baik dan buruk.

"Kita butuh integritas, negara dibangun atas idealisme. Makna integritas adalah kejujuran, nilai spiritual ditambah knowledge sehingga bisa bedakan mana baik buruk, itu sebagai kontrol kita," kata Suhardi Alius.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.