Berita Indonesia Terlengkap & Mantap

Informasi Berita berdasarkan Fakta

AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA
AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA

Breaking

Tuesday, January 16, 2018

Jokowi Perkuat Kabinet dengan 2 Jenderal TNI Purnawirawan

Jokowi Perkuat Kabinet dengan 2 Jenderal TNI Purnawirawan - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik dua purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat di Kabinet Kerjanya. Mereka adalah Jenderal Purnawirawan Agum Gumelar dan Jenderal Moeldoko.



Sebelumnya, Presiden Jokowi menempatkan Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Kemaritman.

Dua nama yang dilantik itu bukanlah nama baru di lingkaran politik. Melepas seragam tentara, Agum pernah ikut berkontestasi di bursa calon wakil presiden mendampingi Hamzah Haz.

Gagal melaju di Pilpres 2004, Agum tidak patah arang untuk berkarir di dunia politik. Agum lalu maju di Pilkada Jabar 2008 berdampingan dengan Nu’man Abdul Hakim.

Agum menggunakan kendaraan partai politik dari PDIP dan saat itu berkoalisi dengan beberapa partai, seperti PKB, PPP, PBR, dan PKPB. Lagi-lagi, Agum gagal dalam kontestasi tersebut.

Sementara Moeldoko bukan nama baru. Lepas jabatan Panglima TNI, dia muncul sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) versi Osman Sapta. Moeldoko juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina di Partai Hanura.

 Kode Keras di Pernikahan Kahiyang-Bobby

Ketua HKTI yang juga mantan Panglima TNI Moeldoko bersama istri menunjukkan beras organik di Festival Panen Raya Nusantara (Parara) yang diikuti 85 komunitas lokal di Taman Menteng, Jakarta, Minggu (15/10) (Liputan6.com/Ari)

Isu Moeldoko akan masuk ke Istana Negara sudah tersiar luas usai Moeldoko memberikan sambutan di pernikahan Kahiyang-Bobby.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai kemunculan Moeldoko sebagai perwakilan keluarga Jokowi sebagai penanda, sang jenderal itu tidak dilupakan oleh Panglima Tertinggi.

"Ini justru mengisyaratkan 'kebangkitan' politik Moeldoko, mengingat namanya relatif tenggelam usai pensiun dari orang nomor satu di TNI," kata Ari, Kamis 9 November 2017.

Bahkan, menurut Ari, penunjukan Moeldoko bisa dibaca sebagai rasa ketertarikan Jokowi terhadap sosok peraih Adhi Makayasa Akabri 1981 ini.



"Justru dari gestur Pak Moeldoko, saya melihat ada semacam rencana penugasan dari RI-1 untuk Moeldoko ke depannya. Bisa jadi ini terkait dengan ketidakharmonisan yang terbaca dari luar antara Presiden dan Panglima TNI," urai Ari.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.