Berita Indonesia Terlengkap & Mantap

Informasi Berita berdasarkan Fakta

AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA
AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA

Breaking

Thursday, September 21, 2017

Agar Mengena di Zaman Sekarang, Film G30S/PKI Milenial Harus Penuhi Unsur Ini

Agar Mengena di Zaman Sekarang, Film G30S/PKI Milenial Harus Penuhi Unsur Ini - Usulan Presiden Joko Widodo agar memproduksi film G30S/PKI versi milineal disambut baik. Prosuduksi film tersebut disarankan diproduksi oleh swasta.




"Bisa diproduksi oleh swasta, agar sinematografi, seninya yang lebih dapet lah. Jadi secara seni, nilai kandungan sejarahnya lebih lengkap," kata Dosen Fisip Universitas Padjadjaran (Unpad), Arfin Sudirman, kepada Okezone, Jumat (22/9/2017).

Dosen Hubungan Internasional Unpad ini yang dulu menulis tesis berjudul "The US Containment Policy: the Case Study of 1965 Attempted Coup in Indonesia" di Curtin University of Technology, Perth, Western Australia,  berharap film baru tentang G30S dalam versi dokumenter.



Film produksi Arifin C. Noer yang telah tayang sejak tahun 1984 menurutnya perlu ada revisi. Tayangan berlebihan yang sudah tak pantas ditonton baiknya mengalami perbaikan.

"Penggambaran rapat yang dipenuhi asap rokok, penyiksaan dan darah baiknya perlu dihilangkan," ucapnya.

Dirinya juga berharap, secara sejarah film baru nantinya bisa diambil ke narasumber langsung. "Misalnya dari korban pihak keluarga, dan bahkan juga bisa langsung menanyakan ke orang-orang yang dulu terlibat PKI," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan jajarannya untuk kembali mengadakan nonton bareng film G30S/PKI yang disutradarai Arifin C. Noer. Perintah panglima tersebut sempat mengundang reaksi pro dan kontra.



Namun dalam wawancara dengan wartawan di Jawa Timur, Panglima menyebut perintahnya sudah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Belakangan setelah itu, Presiden Jokowi juga tidak menolaknya, bahkan mengusulkan diproduksi film secara mileneal agar mengena dengan anak muda zaman sekarang.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.